Terduga pelaku (Baju Biru Muda) yang sudah diamankan oleh staf Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram Unram.
Sumber Foto: Mahasiswa FKIP Unram
Mataram, Pena Kampus — Seorang Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram) berinisial S mengaku mengalami pelecehan di toilet Gedung C, yang diduga dilakukan oleh petugas kebersihan. Selasa (20/10/2026).
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 12.30 WITA, ketika hendak menggunakan toilet. Saat tiba di lokasi, ia melihat seorang petugas kebersihan sedang mengepel lantai di sekitar kamar mandi.
S mengaku tidak menaruh curiga dan langsung masuk ke toilet. Namun, beberapa saat kemudian, ia melihat sebuah telepon genggam yang diletakkan di atas tembok toilet dengan posisi kamera mengarah ke area toilet yang digunakannya.
“Saya lihat HP di atas tembok WC” kata S kepada Pena Kampus saat ditemui.
Terkejut melihat benda yang diduga merekam aktivitasnya, S spontan berteriak dan menanyakan keberadaan telepon genggam tersebut kepada petugas kebersihan yang berada di toilet sebelah. Menurut pengakuan S, petugas tersebut kemudian mengambil telepon genggam yang berada di atas tembok toilet.
“Saya panik, setelah tahu itu ada yang ambil HP-nya, terus saya bergegas ngejar dia,” tuturnya.
S mengaku sempat berusaha mengejar petugas tersebut. Namun, ia tidak berhasil menemukannya karena orang yang dimaksud berlari meninggalkan lokasi.
Setelah kejadian itu, S melaporkannya kepada petugas keamanan FKIP Unram. Ia kemudian dibawa ke bagian humas fakultas dan diminta menunggu hingga pukul 14.00 WITA.
“Saya laporkan ke satpam terus disuruh nunggu sampai jam 2 pas dibawa ke humas,” katanya.
Pihak Fakultas Persilakan Korban Melapor
Menananggapi kejadian tersebut, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan (WD II) FKIP Unram, Santi Farmasari, mengatakan petugas kebersihan yang dimaksud bukan berada di bawah pengelolaan langsung fakultas, melainkan bekerja melalui pihak ketiga.
Ia menyebut FKIP merupakan lokasi terjadinya peristiwa tersebut dan mempersilakan korban melaporkan dugaan pelecehan tersebut kepada pihak yang berwenang.
"FKIP hanya sebagai tempat perkara, tidak ada sangkut pautnya dengan FKIP, karena yang melakukan ini bukan di bawah naungan FKIP, tapi pihak ketiga dari PT. Itu hak korban jika mau melapor silahkan, tidak ada masalah" terangnya.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan mengenai laporan resmi kepada kepolisian maupun hasil pemeriksaan terhadap dugaan perekaman tersebut. Belum ada pula keterangan dari pihak perusahaan penyedia jasa kebersihan terkait peristiwa itu. (tim redaksi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar