Mataram, Pena Kampus – Dua warga negara asing (WNA) asal Valencia, Spanyol, terekam hadir di tengah massa aksi yang menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (30/8/2025).
Kedua turis tersebut, Adrian dan Antonio, awalnya berencana berlibur ke Asia dan sedang menikmati kunjungan mereka di Lombok. Namun, niat untuk menikmati panorama pulau Gumi Sasak justru membawa mereka pada pengalaman tak terduga, yakni menyaksikan langsung aksi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat di Mataram.
Menurut informasi, Adrian dan Antonio merencanakan liburan selama satu bulan di Indonesia. Di Lombok, mereka sudah dua malam bermalam di Kota Mataram dan berencana melanjutkan perjalanan ke Kuta, Mandalika, sebagai destinasi berikutnya.
Saat dimintai pendapat mengenai aksi yang mereka saksikan, Adrian menilai bahwa demonstrasi adalah bagian dari dinamika politik yang bisa terjadi di mana saja. “This is for the politics (Ini hanya soal politik),” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa keindahan Lombok tidak berkurang meski sempat melihat demonstrasi.
Adrian dan Antonio juga mengaku belum pernah terlibat langsung dalam aksi demonstrasi sebelumnya. Namun, mereka mengamati perbedaan penanganan aparat keamanan di Indonesia dengan di Spanyol. “The police is good here. In Spain the police will pak! pak! (Polisinya baik di sini, kalau di Spanyol polisinya akan pak! pak!),” kata Antonio sambil memperagakan gerakan memukul.
Diketahui, aksi demonstrasi di depan gedung DPRD NTB mulai mereda sekitar pukul 15.00 WITA. Sebelumnya, aparat kepolisian menembakkan gas air mata pada pukul 13.00 WITA untuk mengurai massa yang sempat memanas. (Uso)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar