Pembelajaran Tatap Muka Masih Cacat Protokol Kesehatan - LPM Pena Kampus

Goresan Penamu Runtuhkan Tirani

Breaking

Jumat, 13 November 2020

Pembelajaran Tatap Muka Masih Cacat Protokol Kesehatan

Berita ini merupakan hasil karya para anggota magang LPM Pena Kampus angkatan XXI 2020. Spesial "Latihan Jurnalistik Terpadu" (Lanjut) ini merupakan wadah eksistensi penyemangat para calon pena-pena baru FKIP Unram. 

Selamat Membaca!


 

(Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma'arif, Pengembur)

Pengembur, Pena Kampus - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) belum maksimal. Hal ini dikarenakan masih rendahnya penerapan protokol kesehatan di sekolah, salah satunya di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ma’arif Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (24/10/2020).


Beberapa sekolah sudah mulai menerapkan pembelajaran tatap muka, khususnya di wilayah yang berstatus zona hijau. MI Al-Ma’arif Pengembur sendiri telah melakukan pembelajaran tatap muka sejak bulan Agustus 2020 silam.

 

Pembelajaran tatap muka hadir sebagai solusi dari ketidakefektifan pembelajaran online atau daring (dalam jaringan). Namun, pelaksanaan pembelajaran tatap muka sendiri masih belum memadai. Oleh karena itu, sekolah belum mampu melaksanakan protokol kesehatan sebagai prasyarat diterapkannya pembelajaran tatap muka.

 

Seperti yang diungkap Suparlan, Kepala Sekolah MI Al Ma’arif Pengembur, mengatakan bahwa sekolah belum sepenuhnya mampu menerapkan protokol kesehatan sebab Biaya Operasional Sekolah (BOS) belum cair selama sembilan bulan terakhir. Sekolah hanya mampu menyediakan tempat cuci tangan dan hanya sedikit siswa yang menggunakan masker. “Kita belum menerapkan prokotol kesehatan seperti menyediakan masker, tapi untuk kebersihan kita siapkan sabun untuk cuci tangan,” ungkapnya. 

 

Guna meminimalisir penyebaran virus, pihak sekolah membagi waktu pelaksanaan pembelajaran. Teknis yang digunakan adalah dengan membagi kegiatan pembelajaran secara bergantian untuk tiga kelas perhari. “Iya, kita membagi 3 kelas perhari sesuai dengan protokol kesehatan,” tegas laki-laki kelahiran Pengembur itu.

 

Di sisi lain, orang tua siswa menyambut baik pembelajaran tatap muka ini dikarenakan pembelajaran online atau daring belum dapat dilaksanakan dengan efektif. Hal ini disebabkan banyak siswa belum mempunyai ponsel sehingga pembelajaran online tidak dapat diterapkan. “Saya senang melihat anak saya sekolah seperti biasa, daripada di rumah cuma main,” ujar Muhaji salah seorang wali murid di MI Al-Ma’arif. (HAN/HES)

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar