Mataram, Pena Kampus — Aliansi Indonesia Lumpuh menggelar aksi pembekuan di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB). Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kritik terhadap berbagai persoalan pendidikan yang dinilai belum mendapat perhatian serius di bawah pemerintahan Prabowo dan Gibran. Kamis, (18/06/2026).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sejumlah isu nasional, yaitu krisis ekonomi, pendidikan dan demokrasi di bawah kepemimpinan Prabowo dan Gibran. Tuntutan yang dibawa berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG), krisis pendidikan nasional, kenaikan harga BBM Pertamax, dan RUU Polri yang dinilai inkonsitusional.
Massa Aksi menuntut pemerintah untuk menghentikan kebijakan yang mengorbankan pendidikan. Pada tingkat regional, massa aksi mendesak Pemerintah Provinsi NTB untuk segera memperbaiki sejumlah sekolah yang rusak, melakukan pemerataan guru, serta mewujudkan keadilan pendidikan, khususnya di daerah terpencil.
Dalam orasinya, Mahasiswa menuntut Gubernur dan DPRD NTB untuk lebih berpihak kepada kepentingan rakyat. Mereka juga menyatakan akan tetap bertahan di lokasi aksi hingga mendapat tanggapan langsung dari Gubernur serta pihak Pemerintah Provinsi.
Massa aksi terlihat membawa beberapa spanduk sebagai penunjang aksi massa. Mereka juga sempat melakukan aksi dorong dengan aparat kepolisian yang bertugas menjaga aksi tersebut. (yik)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar