Kebersihan dan Fasilitas Belum Memadai, Toilet Kantin FKIP Unram Dikeluhkan - LPM Pena Kampus

Wadah Gali Nurani Mahasiswa

Breaking

Minggu, 04 Oktober 2026

Kebersihan dan Fasilitas Belum Memadai, Toilet Kantin FKIP Unram Dikeluhkan

Berita ini merupakan hasil karya para peserta magang LPM Pena Kampus angkatan XXVII 2026. Berita spesial Latihan Jurnalistik Terpadu (Lanjut) ini merupakan wadah eksistensi penyemangat para peserta magang LPM Pena Kampus FKIP Unram.

Selamat membaca!


Sumber foto: Pena Kampus


Mataram, Pena Kampus - Toilet kantin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram) dikeluhankan mahasiswa dan pedagang kantin karena kondisi kebersihan, penerangan, serta aliran air yang dinilai kurang memadai. Pihak fakultas menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan kendala pengaturan saluran pembuangan yang tertutup pembangunan. Kamis (17/9/2026)

 

Kondisi fisik toilet kantin FKIP tampak sangat memprihatinkan. Ruangan toilet terlihat gelap akibat tidak tersedianya lampu penerangan, sementara aroma menyengat langsung masuk ke hidung bahkan sebelum melangkah masuk. Tidak hanya itu, bak penampung air sama sekali tidak ditemukan.

 

Beberapa mahasiswa FKIP mengaku pernah menggunakan toilet tersebut, salah satunya Maesarotin. Ia menilai kondisi toilet kurang bersih dan membuat pengguna merasa tidak nyaman. Menurutnya, perhatian terhadap fasilitas pendukung siswa seharusnya juga mencakup fasilitas dasar seperti toilet.

 

“Toiletnya jujur ​​kurang bersih sih sebenarnya ya. Kayak kurang nyaman aja gitu kalau kita mau makek,”ujarnya.

 

Sama halnya dengan mahasiswa lain, Zidan mengaku tidak pernah menggunakan toilet kantin tersebut karena mempertimbangkan kondisi kebersihan dan fasilitas yang tersedia. Ia menyebut peralatan toilet tidak layak dipakai dan kerapatan aliran udara mengalami kendala.

 

“Karena saya rasa kebersihannya, maka fasilitas toilet tidak layak dipakai, dan airnya pun sering macet-macet,” ujarnya.

 

Sementara itu, salah satu pedagang kantin menjelaskan bahwa kebersihan toilet pada dasarnya menjadi tanggung jawab bersama, khususnya pihak pengelola kantin. Namun, ia mengatakan terdapat sejumlah kendala yang membuat perawatan toilet tidak berjalan optimal.

 

"Kamar mandinya tidak ada lampu, kotor, dan alat MCK (Mandi, Cuci, Kakus) tidak ada. Setiap kami bersihkan dan beli alat baru, selalu hilang. Akhirnya kami lelah dan memilih memakai kamar mandi lain yang lebih bersih," ujarnya.

 

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Santi Farmasari, menepis tanggapan bahwa toilet kantin terbengkalai. Beliau menjelaskan bahwa kendala utama toilet kantin bersumber pada teknis saluran pembuangan akhir yang tertutup konstruksi beton pembangunan.

 

”Saya tepis kata-kata terbengkalai, itu bukan terbengkalai, tetapi ujung dari pembuangannya tuh ndak ketemu. Karena dia ketutup sama beton pengerjaan yang kemarin-kemarin kantin itu, sampai ke atas sampai tiga tuh kita ndak tau kemana pembuangannya toilet itu,” tegasnya.

 

Ia juga menjelaskan, perencanaan membuat saluran pembuangan baru yang berjarak sekitar 10 meter dari area kantin demi menjaga higienitas. Namun, langkah ini masih menunggu izin dari pihak Rektorat Unram. Apabila izin tidak diperoleh, arsitektur berencana menutup toilet tersebut dan mengalihfungsikannya menjadi gudang.

 

“Saya akan buatkan dia pembuangan yang baru. Tetapi, jaraknya kan harus paling ndak 10 meter dari kantin itu, supaya dia enggak bau. Nah, itu posisinya ada di dekat sekretariatnya Teater Putih yang sekarang. Nah, itu masih menunggu izin, boleh ndak kami buat pembuangan di situ. Kalau tidak boleh oleh Rektorat, maka kami akan menutup toilet itu, kami jadikan gudang. Jadi, yang akan kalian pakai hanya yang bisa beroperasi saja,” tutupnya. (zfr, miy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar