AC Musala FKIP jadi Keluhan Mahasiswa, WD II Langsung Minta Teknisi Cek Kondisi - LPM Pena Kampus

Wadah Gali Nurani Mahasiswa

Breaking

Minggu, 04 Oktober 2026

AC Musala FKIP jadi Keluhan Mahasiswa, WD II Langsung Minta Teknisi Cek Kondisi

Berita ini merupakan hasil karya para peserta magang LPM Pena Kampus angkatan XXVII 2026. Berita spesial Latihan Jurnalistik Terpadu (Lanjut) ini merupakan wadah eksistensi penyemangat para peserta magang LPM Pena Kampus FKIP Unram.

Selamat membaca!


Sumber foto: Pena Kampus

Mataram, Pena Kampus – Penggunaan AC di Musala Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram) menjadi perhatian mahasiswa, terutama pada saat cuaca terik dan waktu salat. Sementara itu, pihak fakultas mengaku belum mengetahui informasi tersebut dan justru menerima laporan AC digunakan hingga larut malam tanpa dimatikan, (24/9/2026).


Musala FKIP Unram merupakan salah satu fasilitas yang digunakan mahasiswa untuk melaksanakan ibadah di tengah aktivitas perkuliahan. Keberadaan AC menjadi salah satu fasilitas penunjang yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pelajar, khususnya ketika kondisi cuaca sedang panas dan musala digunakan pada waktu shalat.


Kondisi ini menjadi sorotan siswa karena fasilitas AC tersebut dinilai tidak difungsikan secara optimal yang membuat suasana di dalam musala menjadi lebih panas, terutama ketika sedang cuaca terik. Musala FKIP memiliki tiga unit AC dan lima kipas angin. Namun ketiga AC tersebut belum digunakan secara optimal, sehingga muncul keluhan siswa.


Sultan Yasir, salah seorang mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang rutin menggunakan musala setiap kali shalat mengaku merasakan perubahan kondisi musala yang tidak lagi terasa sejuk sejak saat PKKMB.


“Kemarin waktu PKKMB itu kan setiap waktu salat di sana rasanya sudah terbiasa dimanjakan sama rasa sejuknya itu dari AC, sekarang tiba-tiba ini AC-nya enggak digunain” dia. (14/09/2026)


Menurut Sultan, kondisi tersebut cukup berpengaruh terhadap kenyamanannya ketika beribadah. Ia juga menilai kipas yang belum tersedia dapat menggantikan fungsi AC karena hanya mengalirkan udara tanpa memberikan udara sejuk seperti AC.


Sementara itu, Ketua MT Al-Kahfi menjelaskan bahwa remote AC berada di ruang azan yang dimana ruangan tersebut kuncinya dipegang olehnya. Ia mengatakan, remote tersebut sebelumnya diminta oleh seseorang yang biasa mengumandangkan azan di musala. Ia mengemukakan alasan tersebut kemungkinan berkaitan dengan penghematan listrik atau agar AC tidak cepat rusak.


“alasan yang bisa saya berikan 'kemungkinan' listrik untuk menghemat, dan supaya ac nya tetap awet atau tidak cepat rusak,” ujarnya. (14/09/2026)


Di sisi lain, Wakil Dekan II FKIP menjelaskan pernyataan yang berbeda mengenai kondisi AC. Ia menjelaskan bahwa AC sering dibiarkan menyala oleh siswa hingga tengah malam sehingga menyebabkan freon lebih cepat habis dan mempengaruhi kinerja pendinginan. 


Mengatasi permasalahan tersebut, Wakil Dekan II Unram langsung meminta pihak yang bertugas untuk memeriksa kondisi AC di musala. Ia menegaskan, pihaknya akan langsung melakukan pengecekan.


“Coba saya panggilkan teknisinya,” ujarnya. (17/09/2026)


Pihak FKIP selanjutnya akan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi AC melalui teknisi. Sementara itu, mahasiswa juga dapat menyampaikan keluhan terkait fasilitas musala melalui jalur yang tersedia yaitu BEM. (han, nis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar