Mataram - Pena Kampus, Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Nusa Tenggara Barat 2025 bersama perwakilan pengemudi ojek online mengadakan konsolidasi di Lapangan Rektorat Universitas Mataram (Unram).(29/08/25)
Konsolidasi yang berlangsung sejak sore hingga malam hari ini dihadiri puluhan peserta. Aksi tersebut digelar sebagai upaya menyatukan langkah dan sikap dalam menghadapi berbagai persoalan hak asasi manusia, hukum, demokrasi, dan keadilan sosial yang dinilai semakin tergerus.
Dalam aksi konsolidasi ini, beberapa perwakilan aliansi ditunjuk sebagai penanggung jawab lapangan. Korlap 1 berasal dari perwakilan UIN Mataram, Korlap 2 dari perwakilan ojek online, Korlap 3 dari Front Mahasiswa Revolusioner (FMR) Mataram, serta Humas dari Organisasi Kepemudaan Mataram. Sementara posisi Koordinator Umum dipegang oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram.
Adapun poin tuntutan yang disepakati dalam konsolidasi ini akan disuarakan pada aksi lanjutan tanggal 30 Agustus 2025, yaitu:
•Tegas menolak RUU KUHAP yang akan melegitimasi kesewenangan aparat untuk melakukan represifitas.
•Hentikan segala bentuk represifitas dan intimidasi aparat penegak hukum terhadap massa aksi.
•Meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak dan menghukum pelaku penabrak pengemudi ojol serta mendesak transparansi dalam kasus penabrakan tersebut.
•Bebaskan semua aktivis atau massa aksi yang sedang ditahan di seluruh Indonesia.
•Segera copot Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
•Meminta DPRD NTB untuk segera menindaklanjuti tuntutan massa aksi Aliansi Mahasiswa & Rakyat NTB tanggal 25 Agustus 2025.
Konsolidasi ini menegaskan sikap mahasiswa dan rakyat NTB yang menekankan pentingnya solidaritas. Massa aksi berharap tuntutan mereka secepatnya di respon oleh pihak berwenang. (Ija)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar