Mahasiswa KKN Unram Desa Aik Dewa Hadirkan 'Senanas' sebagai Solusi Ekonomi Hijau - LPM Pena Kampus

Wadah Gali Nurani Mahasiswa

Breaking

Rabu, 04 Februari 2026

Mahasiswa KKN Unram Desa Aik Dewa Hadirkan 'Senanas' sebagai Solusi Ekonomi Hijau

(Sumber: KKN PMD Unram Desa Aik Dewa)


Aik Dewa, Pena Kampus - Aroma manis nanas madu memenuhi Dusun Lantan pada, Kamis (22/1/2026). Namun kali ini, bukan sekadar penanda musim panen, melainkan hadirnya inovasi ekonomi hijau melalui brand olahan nanas bertajuk “Senanas” yang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) di Desa Aik Dewa.


Dusun Lantan dikenal sebagai salah satu sentra produksi nanas madu terbesar di Desa Aik Dewa. Sayangnya, potensi tersebut selama ini belum memberi nilai tambah yang optimal. Ahmad Saleh, Kepala Wilayah Dusun Lantan menjelaskan bahwa petani umumnya menjual nanas dalam bentuk mentah kepada pengepul dengan harga relatif rendah. “Memang petani disini itu setiap panen langsung diambil pengepul,” ujarnya.


Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN PMD Unram menghadirkan Senanas sebagai upaya meningkatkan nilai jual komoditas lokal. Melalui brand ini, nanas madu diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti selai nanas rendah gula dan minuman probiotik berbasis nanas (tepache). Produk Senanas tidak hanya menonjolkan cita rasa yang khas, tetapi juga membawa konsep gaya hidup sehat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.


Sebagai bagian dari penguatan brand dan transfer pengetahuan kepada masyarakat, tim KKN Aik Dewa menginisiasi kegiatan sosialisasi bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Hijau Berbasis Tanaman Nanas Madu.” Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Dusun Lantan, ibu-ibu kader, pegiat UMKM, Kepala Wilayah Dusun Lantan, serta perwakilan Pemerintah Desa Aik Dewa yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Mustapa Bakri, S.Pd.


Sosialisasi diawali dengan pemaparan materi pengolahan nanas menjadi selai dan tepache, dilanjutkan praktik langsung bersama peserta. Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan materi mengenai branding dan strategi pemasaran produk agar hasil olahan mampu bersaing di pasar.


Tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, Senanas juga mengusung konsep zero-waste. Limbah nanas yang biasanya terbuang dimanfaatkan menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Dengan demikian, seluruh bagian buah nanas dapat dimanfaatkan secara optimal. “Saya rasa selain membuat produk yang bernilai, kami juga ingin pemanfaatan nanas madu ini tidak hanya orientasinya ke uang saja, tapi harus bebas limbah juga,” jelas Mei wahyu putra, Ketua KKN Unram Desa Aik Dewa.


Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses produksi. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, menciptakan suasana yang hangat dan kolaboratif. Melalui inisiatif ini, Ketua KKN Unram Desa Aik Dewa berharap Senanas dapat menjadi langkah awal lahirnya unit usaha baru di Dusun Lantan yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. (Tim Redaksi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar