Dorong Pemanfaatan Limbah, KKN PMD Unram Desa Danger Gelar Sosialisasi dan Pembuatan Pupuk Organik Cair - LPM Pena Kampus

Wadah Gali Nurani Mahasiswa

Breaking

Minggu, 01 Februari 2026

Dorong Pemanfaatan Limbah, KKN PMD Unram Desa Danger Gelar Sosialisasi dan Pembuatan Pupuk Organik Cair

 

( sumber: KKN PMD Unram Desa Danger)

Masbagek, Pena Kampus - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) menggelar sosialisasi pemanfaatan limbah kotoran sapi dan limbah tahu untuk diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Danger, kecamatan Masbagek, Kabupaten Lombok Timur pada Senin, (12/01/2026). 

Ketua KKN PMD Unram Desa Danger, Muhamad Dinul Islamy, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan karena dari survei awal, kelompok menemukan potensi besar peternakan sapi dan UMKM tahu di desa, namun di sisi lain limbah kotoran sapi dan air limbah tahu justru menjadi masalah lingkungan yang mencemari parit dan selokan.

"Kita melihat permasalahannya berupa limbah, nah dari situ kita melihat limbah sebagai potensi bukan sebagai masalah yang harus terus dibiarkan, dari situ sosialisasi kita laksanakan supaya masyarakat, terutama pemuda itu mau menggaungkan, mau mengubah limbah ini menjadi sesuatu yang bernilai", ungkapnya. 

Miazul Hilmi, Kepala Wilayah Dusun Bengkaung Utara, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan sosialisasi mahasiswa KKN PMD Unram. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan teman-teman KKN terkait sosialisasi tersebut bahwa kami sangat-sangat dibantu dengan kegiatan sosialisasi itu, lebih-lebih kepada rekan-rekan petani, kelompok petani, bahkan kelompok pemuda sangat-sangat bersyukur sekali mengikuti kegiatan tersebut, guna memperkaya pemahaman tentang ilmu pertanian, lebih-lebih di ilmu tentang pemupukan", ujarnya.

Ia juga mewakili pemerintah desa, menegaskan komitmen penuh untuk mendukung kegiatan ini, karena menjadi salah satu strategi efektif untuk mengoptimalkan anggaran petani di Desa Danger.

"Kami mewakili pemerintah desa, akan mendukung karena ini bagi kami adalah salah satu trik untuk mengepansiasi budgeting untuk para petani kami, khususnya di desa Danger, untuk dapat membuatkan diri pupuk sendiri", tegasnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar masyarakat Danger bersatu padu peka terhadap lingkungannya. Ia mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi usaha yang dapat diperjualbelikan, sekaligus dimanfaatkan sendiri oleh masyarakat. 

"Harapan kami, terutama bagi pemuda dan masyarakat kami bersatu padu peka terhadap lingkungannya, dapat memanfaatkan limbah-limbah organik, untuk dapat menjadi suatu usaha yang bisa diperjualbelikan dan juga bisa dimanfaatkan sendiri oleh masyarakat kami sendiri, lebih-lebih pada lingkungan di Dusun Bengkaung Utara", pungkasnya.

Shodiq, ketua pemuda Dusun Bengkaung Utara, mengaku terkesan dengan sosialisasi pupuk organik dari mahasiswa KKN PMD Unram. Ia menjelaskan bahwa limbah yang selama ini terbuang sia-sia ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk, padahal kotoran tersebut tidak pernah disadari memiliki manfaat istimewa dibaliknya. "Cuma sayang sekali kami baru tahu manfaat dari sesuatu yang selama ini kami anggap hanya sebatas kotoran yang menjijikkan", ungkapnya (29/01/26). (Tim redaksi).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar