Mataram, Pena Kampus — Tim pemenang kedua pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) Universitas Mataram (Unram) menyampaikan kekecewaannya terhadap kesiapan Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM). Mereka menilai sejumlah persoalan teknis yang muncul menjelang hari pemungutan suara yang seharusnya dapat diantisipasi lebih awal oleh penyelenggara. Jumat, (5/6/2026).
MD, Perwakilan tim pemenangan Paslon 01 mengatakan bahwa sebagai penyelenggara, KPRM mempunyai tanggung jawab untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis telah siap sebelum mengatur jadwal pelaksanaan Pemira.
“Sebagai penyelenggara, KPRM tidak boleh sampai menyampaikan bahwa mereka tidak mampu melaksanakan Pemira pada hari yang telah ditentukan. Hal ini sangat kami sayangkan karena hak kami untuk mendapatkan pemilihan yang terjadwal menjadi terabaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.(7/6/26)
Menurutnya, pihak paslon telah berupaya melakukan koordinasi dengan KPRM sejak sore hingga malam menjelang hari pemilihan. Namun, komunikasi yang dilakukan tidak menghasilkan solusi karena penyelenggara tetap menyatakan belum siap melaksanakan proses pengumpulan suara.
Meski diliputi kekecewaan, tim pemenangan paslon 01 akhirnya menyatakan kesediaannya menerima jadwal Pemira ke hari Selasa. Kesediaan tersebut disertai sejumlah catatan, terutama terkait kesiapan teknis di lapangan.
Menurut tim paslon 01, pelaksanaan Pemira di hari Selasa justru berpotensi meningkatkan partisipasi pemilih karena bertepatan dengan momentum Ujian Akhir Semester (UAS), dimana aktivitas mahasiswa di kampus relatif lebih tinggi.
“Kalau hari Selasa bertepatan dengan UAS, biasanya mahasiswa jauh lebih banyak berada di kampus dibandingkan hari Jumat yang kelasnya terbatas,” ujarnya.(7/6/26)
Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh WH, tim pemenangan paslon 02. Mereka menilai kondisi tersebut berdampak langsung pada strategi pemenangan yang telah disusun jauh hari sebelumnya.
“Sangat disayangkan hal seperti ini bisa terjadi, mengingat seluruh agenda disusun oleh pihak penyelenggara sendiri,” kata perwakilan tim paslon 02.(7/6/26)
Pihaknya mengaku telah menawarkan berbagai bantuan dan solusi kepada penyelenggara agar tahapan Pemira tetap berjalan sesuai jadwal. Namun, upaya tersebut dinilai tidak memperoleh respon yang memadai.
“Kami sudah menawarkan berbagai solusi dan bantuan, namun pihak penyelenggara terkesan denial sehingga kondisi ini dibiarkan berlarut-larut dan menimbulkan ketegangan,” ujarnya.(7/6/26)
Bagi kedua tim pemenangan, perubahan jadwal membuat sejumlah strategi yang telah dipersiapkan harus disusun ulang. Selain itu, muncul kekhawatiran terkait perubahan peta dukungan dan potensi dinamika politik baru selama masa tertunda.
Sebelumnya, mekanisme pemungutan suara telah dibahas melalui rapat bersama tim pemenangan Paslon 1 dan 2. Pada rapat tersebut, KPRM menyetujui bahwa pemungutan suara akan dilaksanakan pada hari Jumat. Namun, KPRM menundanya. Atas dasar itu, kedua tim paslon menyatakan kekecewaannya.
Di tengah kritik yang disampaikan tim pemenangan, Ketua KPRM, Adiyaksa, menjelaskan bahwa panitia menghadapi sejumlah kendala teknis yang belum dapat diselesaikan menjelang hari pemungutan suara. Hal tersebut meliputi, keterbatasan jumlah surat suara, kekurangan sumber daya manusia (SDM), serta survei lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masing-masing fakultas belum selesai dilakukan.
“Kertas suara yang dicetak belum memungkinkan jika dibagi dengan jumlah TPS, kekurangan SDM, dan belum melakukan survei lokasi TPS ke tiap fakultas” katanya. (7/8/26)
Ia juga menambahkan bahwa survei lokasi TPS memerlukan proses administrasi berupa surat-menyurat sehingga panitia belum dapat memastikan kesiapan seluruh titik pemungutan suara.
Atas berbagai pertimbangan tersebut, KPRM bersama seluruh panitia akhirnya memutuskan untuk menunda pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa Universitas Mataram yang semula dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat. Pemungutan suara direncanakan akan dilaksanakan pada Selasa mendatang setelah seluruh kebutuhan teknis dinyatakan siap. (fza)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar