Perubahan kurikulum, Guru Menjadi Korban Kekerasan Struktural - LPM Pena Kampus

Goresan Penamu Runtuhkan Tirani

Breaking

Rabu, 16 Oktober 2013

Perubahan kurikulum, Guru Menjadi Korban Kekerasan Struktural

Mataram, Pena Kampus, semenjak 15 juli 2013 lalu, kurikulum 2013 mulai diterapkan. Hanya saja penerapannya berstatus “Tahap Percobaan”. Beberapa sekolah di NTB yang telah ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot poject) secara manut menerapkan kurikulum itu berdasarkan instruksi pemerintah. Guru pun tidak dapat mengelak instruksi struktural yang menekannya.
Wajah kesal dan berkerut tergambar dari seorang Guru SMP dikota Mataram seketika ditanya beberapa hal mengenai Kurikulum 2013, ia menjawab “ya kalau kita, setuju – setuju saja, namanya juga kita orang bawahan, Ya mau tidak mau harus setuju” tuturnya. kemudian saat ditanya pendapat tentang perubahan kurikulum lama (KTSP) menjadi kurikulum 2013 ini ia malah enggan berkomentar. ia juga menambahkan bahwa ketika di penataran para guru telah di ikrar secara serentak agar setuju dan mau menjalankan kurikulum baru tersebut.
Bentuk – bentuk kekerasan struktural, seperti ikrar atas penyetujuan perubahan kurikulum ini yang tidak disadari oleh mereka. Bahwasanya dalam melancarkan proyek perubahan kurikulum serta penetapannya meski dilansirkan dengan cara – cara yang mengekang. Padahal belum tentu secara profesionalitas guru yang melakukan ikrar mampu mengimplementasikan kurikulum itu dengan baik. Kesepahaman terhadap perubahan yang nantinya akan menjadi beban berat bagi mereka belum terbangun, sehingga apa yang ingin dicapai seutuhnya malah tidak tercapai.
Sekolah – Sekolah yang ditunjuk sebagai pelaksana penerapan kurikulum 2013 ini diharapkan mampu mengimplementasikan dengan baik. Ironisnya harapan itu tidak dibarengi dengan persiapan yang matang oleh pemerintah. Minimnya persiapan seperti pelatihan guru serta pendistribusian buku dan pengadaan beberapa sarana pendukung lainnya belum sepenuhnya terpenuhi.
Kepala seksi SMA dikpora provinsi NTB, Aidy Furqan membeberkan bahwa buku – buku pedoman guru dan pembelajaran telah didistribusikan ke sekolah – sekolah pelaksana. Hanya saja jumlahnya sangat terbatas, untuk jenjang SMA misalnya buku yang sudah dikirimkan hanya tiga bidang saja yakni pelajaran sejarah, bahasa Indonesia dan matematika, sementara yang lainnya belum ada. “Kemudian pada jenjang Sekolah Dasar baru dikirimkan satu buku saja dan jenjang SMP sekitar sebelas buku”, tuturnya.
Persiapan penerapan kurikulum 2013 ini tidak hanya sebatas persoalan administrasi saja, melainkan menuntut kinerja dan profesionalitas guru, Merubah mindset guru serta memberikan pemahaman yang utuh tentang kurikulum bukanlah hal yang mudah. Sementara pelatihan yang diberikan kepada tenaga pendidik berlangsung hanya beberapa hari. Ini senada dengan apa yang dijelaskan oleh aidy furqan “pelatihan guru yang dilaksanakan sejak tanggal 8–14  Juli lalu”. Kemudian pengimplementasian kurikulumnya 15 Juli. tidak ada celah waktu yang diberikan kepada guru untuk lebih leluasa mendalami sistem kurikulum 2013 tersebut.
Selain itu Ketut Sarjana, (pengamat pendidikan) yang juga Juga Staf pengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram  malah  mendukung rencana perubahan kurikulum tersebut. Menurut beliau selama ini guru dirasa hanya membangun kreativitas, namun belum mampu mengaplikasikannya secara utuh , walaupun guru tersebut sudah menempuh PLPG tapi kenyataannya dilapangan pendidikan dinilainya tetap hanya jalan ditempat. “Seperti yang kita ketahui, Negara kita dari segi sarana dan prasarana masih kurang memadai sehingga guru dalam mengajar terkesan menggunakan metode dari dulu yang itu-itu saja” imbuhnya. Lagi – lagi guru semakin dipojokkan, semua beban seakan menjadi tanggung jawab guru semata.
Alasan utama ia mendukung perubahan kurikulum itu bahwasanya ada perbedaan yang signifikan diantara kurikulum KTSP dengan kurikulum 2013. Menurutnya kurikulum yang baru diterapkan ini merupakan perbaikan dari kurikulum sebelumnya.“titik tekan model yang dikembangkan karena sebelumnya tidak banyak membangun kreativitas, sedangkan kurikulum 2013 ini lebih menekankan pendekatan scientific”.tuturnya menambahkan. Pendekatan scientific yang dimaksud adalah “bagaimana siswa dapat mengobservasi terkait dengan data, konsep bertanya (Questioning), penalaran, mencoba menyimpulkan, dan bagaimana siswa dapat berkonstribusi untuk membangun jaringan atau sharing dengan teman-temannya sehingga pengetahuan yang diperoleh siswa dapat menjadi kebutuhan terkait dengan kehidupan mereka sehari-hari” jelasnya kembali menambahkan.
Sedangkan saat Ia ditanya tentang penerapan kurikulum dari tahun ke tahun di sekolah-sekolah, Ia mengatakan belum sepenuhnya dapat tercapai.“Tujuan dari Kurikulm itu belum sepenuhnya tercapai, dikarenakan pemahaman Guru terhadap spirit dari kurikulum itu sendiri belum menyeluruh. Sekalipun jiwa kurikulum itu bagus, namun kalau spiritnya belum tersalurkan secara menyeluruh sama saja tujuan sebenarnya belum tercapai” Jelasnya.
Menurutnya tidak ada persoalan yang serius terkait dengan Kurikulum baru ini. “Contohnya di makassar, Pemda setempat mendukung karena memang mereka sudah mapan dan mandiri”, tuturnya mencontohkan “Namun tentu ada pro dan kontranya seperti dibeberapa wilayahnya yang menilai kurikulum 2013 ini terkesan agak dipaksakan dan tergesa – gesa”. Imbuhnya lagi.
Sekolah – sekolah yang ditunjuk menerapkan kurikulum 2013
            Menurut Kepala seksi Sekolah Menengah atas Dikpora Provinsi NTB, Aidy Furqan, saat di konfirmasi di ruang kerjanya menerangkan bahwa penerapan kurikulum ini hendak di terapkan secara bertahap dan terbatas, sebelum nantinya di terapkan secara keseluruhan di semua sekolah yang ada. “ Pada rencana awal pemerintah menargetkan kurikulum ini di terapkan pada 30 persen SD di Indonesia, semua SMP di Indonesia ( Kelas 7 ), semua SMA/SMAK di Indonesia ( Kelas 10 ),karena kurikulum ini belum di ketahui plus minusnya maka pemerintah melaksanakan sistem piloting pelaksana terbatas di beberapa  sekolah saja dulu, namun sekolah yang tidak di tunjuk sebagai pilot project pun boleh mengimplementasikan kurikulum ini asalkan bias menggunakan secara mandiri”, terangnya..Di kota mataram Sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project penerapan kurikulum 2013 antara lain SMA 1, 4, 5 dan Kusuma Mataram. Sementara sekolah – sekolah yang lain masih menggunakan kurikulum KTSP. Namun secara bertahap semua sekolah akan menggunakan kurikulum 2013. kata aidy menjelaskan kepada pena kampus.
            Dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di Nusa Tenggara Barat (NTB) , Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan sekitar 100 sekolah yang akan menjadi pelaksana terbatas (Pilot Project), Diantaranya (1). Kota Mataram terdiri dari dua puluh tiga Sekolah Dasar, lima Sekolah Menengah Pertama, empat  Sekolah Menengah Atas dan Lima Sekolah Menengah Kejuruan. (2). Kabupaten Lombok Barat terdiri dari dua SD, empat SMP, dua SMA, dan dua SMK. (3). Kabupaten Lombok Tengah terdiri dari enam SD, lima SMP, empat SMA dan satu SMK. (4) Kabupaten Lombok Utara terdiri dari Tiga SD, Tiga SMP, dan Satu SMA.
           Pemerintah juga memberikan kesempatan kepada sekolah yang tidak ditunjuk namun mengajukan diri untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan catatan mereka harus melakukan pembenahan pembenahan seperti memberikan pelatihan pada tenaga pendidiknya, melengkapi buku-buku pelajaran serta sarana dan prasaran yang ada, dan segala jenis kelengkapan administrasi lainnya. seperti sekolah – sekolah yang ada di Pulau Sumbawa, banyak sekolah yang tidak di tunjuk secara langsung menjadi pilot project pelaksana kurikulum 2013, mengajukan mengimplementasikan kurikulum baru tersebut.
Rencaha pemerintah bahwa dalam jangka waktu dua tahun kedepan diharapkan kurikulum 2013 ini sudah diterapkan secara menyeluruh. Dalam hal ini disampaikan oleh aidy furqan bahwa “Pelaksanaan kurikulum ini akan dilakukan secara bertahap untuk mencapai target secara menyeluruh sehingga  pada tahun 2015 nanti semua sekolah sudah menerapkan kurikulum baru ini ”. sementara dikota – kota luar, kurikulum ini sedang diperdebatkan, Resistensi yang muncul atas penolakan kurikulum ini  karena dinilai sebagai permainan proyek semata.

Sejalan dengan rencana pemerintah ingin menerapkan kurikulum 2013 ini secara menyeluruh maka ada persoalan besar yang akan dihadapi. Salah satunya adalah jumlah siswa yang melebihi kapasitas. Seperti yang terjadi di SMA 2 Mataram. Wakasek kurikulum, Bambang Indarto membeberkan bahwa sekolahnya memiliki jumlah siswa yang melebihi kapasitas serta dengan adanya sistem “shift kelas” (ada yang masuk pagi dan ada yang masuk siang), sehingga sekolah terebut belum mau menerapkan kurikulum 2013 “siswa  kami melebihi kapasitas sehingga kami kewalahan jika ingin menerapkan perubahan kurikulum itu”. Ujarnya.  (Mamet, Nurfa, Riki, dkk)

1 komentar:

  1. Halo semuanya, nama saya Indrias Priastuti seorang wanita dari indonesia, dan saya bekerja dengan negara berkembang biak, dan kami telah mendengar dan juga dari perusahaan pinjaman, saya ingin segera menggunakan media ini untuk seluruh indonesia untuk mencari pinjaman internet Sangat hati-hati - Berhati-hatilah agar tidak jatuh ke tangan scammers dan penipu, ada banyak kreditur kredit palsu di sini di internet dan beberapa dalam upaya asli dan nyata,

    Saya ingin memberikan kesaksian saya tentang bagaimana ALLAH membimbing saya ke pemberi pinjaman nyata dan dana pinjaman nyata telah mengubah hidup saya dari rumput menjadi Anugerah, setelah saya tertipu oleh beberapa kreditur kredit di internet, saya kehilangan banyak uang untuk biaya pendaftaran . . , Garansi, pajak, dan setelah pembayaran saya masih belum mendapatkan pinjaman saya.

    Setelah berbulan-bulan di internet dan jumlah uang yang dihabiskan tanpa mendapatkan pinjaman dari perusahaan mereka, maka saya menjadi sangat putus asa untuk mendapatkan pinjaman dari kreditur kredit asli online yang tidak akan menambah rasa sakit saya jadi saya memutuskan untuk menghubungi teman saya yang baru saja mendapatkannya. Pinjaman online, kami meresmikan kami tentang masalah ini dan dia menceritakan kisah seorang wanita bernama Mrs ELINA JOHNSON yang merupakan CEO ELINA JOHNSON GLOBAL LOAN.

    Maka saya dan suami mengajukan aplikasi untuk jumlah pinjaman (Rp 1.000.000.000) dengan tingkat bunga rendah 2%, tidak menjaga usia saya, karena saya mengatakan apa yang saya ingin membangun bisnis saya dan pinjaman saya telah disetujui dengan mudah. Tidak ada stres dan semua persiapan dilakukan dengan transfer kredit dan dalam waktu kurang dari sehari setelah sertifikat yang saya setorkan ke bank dan impian saya masuk. Jadi saya ingin saran yang memerlukan panggilan cepat sekarang atau email di elinajohnson22@gmail.com

    Tidak hanya sampai di situ, sang ibu memastikan tim ahlinya membantu Anda dalam berinvestasi sehingga Anda tidak akan pernah bangkrut lagi dalam hidup Anda.

    Dia adalah wanita yang sangat baik dan dia tidak tahu saya melakukan ini. Saya berdoa semoga ALLAH memberkati dia untuk hal-hal baik yang telah dia lakukan dalam hidup saya. Anda juga bisa menghubungi saya di indriaspriastuti2@gmail.com nice day info lebih lanjut..

    BalasHapus