Rakernas BEM Se-Indonesia : Momentum Menumbuhkan Demokrasi Mahasiswa - LPM Pena Kampus

Goresan Penamu Runtuhkan Tirani

Breaking

Jumat, 08 April 2016

Rakernas BEM Se-Indonesia : Momentum Menumbuhkan Demokrasi Mahasiswa


Mataram, Pena KampusRapat Kerja Nasional (Rakernas) ke IX Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia yang berlangsung di Auditorium Yusuf Abu Bakar Universitas Mataram Rabu (6/4), dihadiri oleh ratusan peserta pengurus BEM seluruh kampus di Indonesia.
Setelah vakum selama dua periode, Rakernas BEM se-Indonesia ke-IX kembali digelar. Kali ini Universitas Mataram (Unram) berkesapatan sebagai tuan rumah penyelenggara acara tersebut. Rakernas dibuka langsung oleh Rektor Universitas Mataram, Sunarpi. Rektor, dalam sambutannya mengingatkan agar pengurus BEM terus menyuarakan dan mengawal berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini. Karena peran dari mahasiswa sangat penting, mengingat mahasiswa sebagai agent of change dan agent of control. Khususnya BEM sendiri, sangatlah berperan untuk mengembalikan asas-asas demokrasi yang diemban oleh mahasiswa.
“Ini adalah  momentum merubah sikap dan pikiran dalam mengawal demokrasi baik di lingkup perguruan tinggi maupun di masyarakat luar,” ujar Sunarpi.
Rakernas ini dijadikan momentum untuk menggelorakan kembali semangat para mahasiswa dalam mengawal demokrasi. Terutama di Unram, yang selama dua tahun belakangan ini demokrasi di kampus cemara sempat mati. Hal ini ditandai dengan dibekukannya BEM selama dua periode.
Sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya di wilayah bagian timur, Unram mendapatkan apresiasi atas kesuksesannya dalam menyelenggarakan rakernas BEM se-Indonesia. Salah satu perwakilan BEM dari Universitas Mulawarman, Samarinda, Teguh menyampaikan apresiasinya kepada Universitas Mataram, selaku tuan rumah karena telah menyambut peserta Rakernas dengan sangat baik.
Selain itu, Teguh juga mengungkapkan dalam mengikuti rakernas BEM di Unram ini banyak hal baru yang ia dapatkan. Seperti pegelaran adat budaya asli NTB yang ditampilkan langsung oleh mahasiswa Unram. “Saya pikir lebih banyak lagi semangat-semangat yang tertular kepada kita, tidak saja dari mahasiswa Unram, tapi juga  dari teman-teman seluruh  Indonesia yang hadir,” ujar Teguh pada wartawan Pena Kampus.
Sementara itu, Lutfi Maulana yang merupakan perwakilan dari BEM Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN Jakarta mengungkapkan bahwa ia sangat terpukau oleh semangat BEM Unram  sebagai tuan rumah penyelenggaraan rakernas BEM ke IX. “Apalagi BEM Unram sempat selama dua tahun ini dia off dan baru-baru ini mulai aktif lagi. Itu sudah nilai plus dengan adanya acara ini”. Ungkap Lutfi yang ditemui disela-sela kegiatan.
Tantangan
Dalam Rakernas ke IX tersebut, ada beberapa rekomendasi yang dihasilakan terkait dengan tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa diera globalisasi ini, yang perlu diantisipasi lebih dini oleh mahasiswa. Rasa apatis dan tingkat kritis mahasiswa yang rendah bisa menjadi masalah besar terkait banyaknya permasalahan yang tak kunjung dapat diselesaikan. Nazmul Wathan selaku ketua BEM Unram mengatakan “Kita akan menolak UKT (Uang Kuliah Tunggal) karena beberapa tahun terakhir ini, UKT jadi permasalahan yang tak kunjung terselesaikan. Terkait itu juga kita akan mengawal isu nasional seperti korupsi, kesehatan, pendidikan, ekonomi, pertanian, energi, lingkungan, dan kemaritiman”. ujarnya.
Syawaludin selaku pemateri dalam acara Rakernas tersebut mengungkapkan pandangannya terkait permasalahan yang ada disemua perguruan tinggi terutama di Unram “Setiap permasalahan tidak dapat diselesaikan tanpa adanya dialog antara mahasiswa dan birokrasi, jadi antara mahasiswa dan birokrasi harus melakukan dialog dengan cara face to face. Mengingat Unram tidak bisa berdiri tanpa adanya mahasiswa. Unram butuh mahasiswa dan mahasiswa butuh rektorat” ujarnya.
Tumbuhkan Semangat Juang  
Tema yang diangkat dalam Rakernas ke IX ini adalah “Mengawal Kedaulatan  Maritim Indonesia.” Diharapkan, tema ini dapat membawa efek yang besar terhadap peran mahasiswa sesungguhnya. Karena pada saat ini mahasiswa terlalu apatis dengan adanya permasalahan-permasalahan yang disekitarnya, baik lingkup akademik maupun di luar akademik, lingkup lokal maupun interlokal.
Syawaludin mengatakan “Saya sangat apresiasi semangat dari mahasiswa yang lahir dari rahim kampus dan mereka adalah anak jalanan tapi meraka bisa produktif dan kreatif. Mahasiswa, yang lahir di Indonesia ini dapat memahami apa yang dibutuhkan oleh negeranya sendiri. Terkait itu kita juga berada pada negara yang berdaulat pada kedaulatan rakyat. Apa yang dibutuhkan rakyat itulah yang menjadi acuan pemerintah kita khususnya pada tingkat pendidikan.”, ungkapnya. Karena pada dasarnya jumlah terbesar penduduk bangsa Indonesia adalah kaum muda yang masih memilki semangat yang besar. Maka dari itu Syawaludin selaku pemateri Seminar Revitalisasi Kepeloporan Pemuda dan Cita-cita Pembangunan pada Rakernas ke IX ini berharap semangat mahasiswa terlahir kembali, karena pemilik sah negeri ini adalah mahasiswa. (Mad/VQ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar