Dentuman piring menabrak lantai
Beradu nyaring tanpa mau peduli
Sepihan kaca temani gadis kecil dengan air mata dipipi
Sesak merasuk jiwa namum tak mengerti apa yang terjadi
Malam berlalu dengan balutan kalut
Bersaut dengan teriak perih yang meruntuhkan asa
Gadis kecil masih setia duduk dengan memeluk lutut
Larut dalam pikiran berharap yang dilihat hanya mimpi belaka
Mentari muncul beringan dengan suara yang telah senyap
Menelan suara yang semula membuat sengap
Gadis kecil mengerjap mata disambut nestapa
Menyaksikan runtuh bahagianya tanpa ada yang tersisa.
Karya: Nur Ayu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar