Pemira Belum Dimulai, Ketua BEM Prodi di Bawah Rektor Sudah Terpilih, Irwan; Cacat Prosedural! - LPM Pena Kampus

Goresan Penamu Runtuhkan Tirani

Breaking

Sabtu, 21 November 2020

Pemira Belum Dimulai, Ketua BEM Prodi di Bawah Rektor Sudah Terpilih, Irwan; Cacat Prosedural!

Pamflet: KPRM Fisip


Mataram, Pena Kampus - Terpilihnya Ketua dan Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tiga Prodi (Prodi Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, dan Sosiologi) di bawah Rektor Universitas Mataram (Unram) memantik perdebatan di kalangan mahasiswa Unram.

 

Genderang perang perebutan posisi ketua dan sekretaris BEM di lingkungan civitas akademika Unram baru saja dimulai, namun ketua dan sekretaris BEM Prodi di bawah rektor sudah terpilih. Kenyataan ini sontak menjadi perhatian segenap mahasiswa Unram. Polemik itu muncul imbas dari tersebarnya pamflet kemenangan pasangan calon (paslon) atas nama Sulaiman Perawira Sasakadi dan Arshi Jaya Linggar Jati sebagai Ketua dan Sekretaris BEM Prodi di bawah rektor. pamflet kemenangan ini pertama kali dirilis melalui akun instagram Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) Fisip @kprm_fisip pada hari Kamis, (19/11/20).

 

"Selamat atas terpilihnya Sulaiman Perawira Sasakadi dan Arshi Jaya Linggar Jati Sebagai Ketua dan Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi di Bawah Rektor Universitas Mataram 2021," tulis akun instagram @kprm_fisip.

 

Minimnya akses informasi terkait pemilihan ketua dan sekretaris BEM Prodi ini membuat legitimasi dari proses pemilihan tentu dipertanyakan. Irwan, selaku ketua BEM Unram mengatakan bahwa dia baru mengetahui informasi setelah tersebar berita kemenangan di publik. "Setelah dapat informasi, saya langsung cross check ke WR 3, dari segi aturan tidak ada SK yang mengatur BEM Prodi di bawah rektor," ujar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu.

 

Irwan menambahkan bahwa proses yang dijalankan di Fisip ini perlu dikritisi dan jelas cacat prosedural. "Prosesnya yang kita kritisi, dan pasti cacat prosedural. Ini mencederai demokrasi karena prosesnya tertutup, banyak orang yang tidak tahu, tapi tiba-tiba ada pamflet terpilih," sentil Presma Unram itu (20/11).

 

Ia juga menitipkan pesan kepada segenap mahasiswa Unram baik penyelenggara maupun peserta pemira bahwa proses demokrasi itu harus dijalankan dengan semaksimal mungkin. "Proses demokrasi itu harus dinikmati oleh kita semua, transparan, dan harapan saya agar semua mahasiswa terlibat aktif mengawal agar pemira ini tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu," tegas Irwan.

 

Di lain sisi, ketua BEM Prodi terpilih Sulaiman Perawira Sasakadi menegaskan bahwa terpilihnya dia sebagai Ketua BEM ini sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku. "Semua tahapan dan mekanisme sudah saya jalankan, secara administratif saya lolos," ujar mahasiswa yang kerap disapa Adi itu.

 

Adi menambahkan bahwa terpilihnya dia sebagai ketua BEM Fisip Prodi dipertegas dengan mandat yang telah diberikan kepada dirinya oleh tiga Program Studi (Prodi) yaitu Prodi Hubungan Internasional, Prodi Ilmu Komunikasi, dan Prodi Sosiologi. "Saya dapat mandat dari tiga prodi untuk mengakomodasi terbentuknya BEM Prodi ini. Ini kan bagian dari kegelisahan kita bersama," jelas mahasiswa prodi ilmu komunikasi itu.

 

Ketika disinggung masalah cacatnya prosedur terpilihnya dia sebagai ketua BEM Prodi, Adi mengatakan siap mempertanggungjawabkan apapun yang menjadi konsekuensi dari apa yang telah dia lakukan. "Kita kan hidup di negara hukum, saya akan mempertanggungjawabkan itu. Saya bisa jelaskan dan saya paham aturan kok," tutur Adi kepada Pena Kampus.

 

Selain itu, Fauji selaku ketua Bawasra Unram mengatakan tidak tahu-menahu dan kaget ketika mendengar informasi itu. "Saya juga kaget mendengar informasi itu, kami langsung menggali informasi," ujar ketua Bawasra Unram 2020.

 

Ketua KPRM Universitas Mataram juga sempat dihubungi oleh Pena Kampus. Namun, sampai berita ini diturunkan, KPRM Universitas Mataram belum memberikan komentar terkait polemik tersebut. (hel)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar