Kasus Covid Melandai, Unram Gelar Wisuda Luring - LPM Pena Kampus

Goresan Penamu Runtuhkan Tirani

Breaking

Selasa, 12 Oktober 2021

Kasus Covid Melandai, Unram Gelar Wisuda Luring

Berita ini merupakan hasil karya para anggota magang LPM Pena Kampus angkatan XXII 2021. Spesial "Latihan Jurnalistik Terpadu" (Lanjut) ini merupakan wadah eksistensi penyemangat para calon pena-pena baru FKIP Unram. 


Selamat Membaca!

Sumber : Wikipedia

 

Mataram, Pena Kampus - Universitas Mataram (Unram) akan melaksanakan wisuda luring untuk pertama kalinya di tengah pandemi Covid-19 di Gedung Auditorium M. Yusuf Abubakar Unram.


Pelaksanaan wisuda Unram semula dalam jaringan (daring) pada bulan September berubah menjadi luar jaringan (luring) pada bulan Oktober. Wisuda akan dilaksanakan dalam tiga hari yaitu pada tanggal 12, 13, 14 Oktober 2021.


“Unram pertama kali mengadakan wisuda luring dengan prokes yang ketat, yang seharusnya biasanya sehari, sekarang menjadi tiga hari,” ujar Ruspan Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan Unram.


Adapun dalam pelaksanaan wisuda luring, wisudawan harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya sudah di vaksin dan melampirkan surat pernyataan bersedia untuk tidak mengikutsertakan orang tua yang ditandantangani diatas materai Rp10.000,- “Kita sudah jelaskan bahwa di SE sudah ada Surat Pernyataan untuk tidak membawa serta pendamping,” tegas Ruspan.


Biro Akademik juga menjelaskan bahwa kapasitas ruangan dalam situasi normal bisa mencapai 1500 orang. Namun dalam masa pandemi, kapasitas ruangan per hari dibatasi tidak lebih dari 400 orang.


Dilansir dari laman wisuda Unram, jumlah mahasiswa yang akan diwisuda secara luring berjumlah 1171 mahasiswa. Diantaranya mahasiswa lulusan magister, sarjana, dan diploma. Selain menggelar wisuda luring, Unram juga mengadakan wisuda daring yang diikuti oleh 249 wisudawan melalui Zoom Meeting.


GA, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa ia sangat senang terkait pelaksanaan wisuda secara luring. Ia juga menceritakan beberapa temannya yang sudah menyelesaikan ujian skripsi maupun yudisium, lebih memilih menunda untuk diwisuda karena menunggu pelaksanaan wisuda secara luring.(oyk/wid)

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar