Dekan FKIP Tersinggung, Teater Putih Terancam - LPM Pena Kampus

Goresan Penamu Runtuhkan Tirani

Breaking

Sabtu, 27 November 2021

Dekan FKIP Tersinggung, Teater Putih Terancam

Pementasan drama oleh UKMF Teater Putih pada acara Kongres Imakipsi.


Mataram, Pena Kampus- Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram) melayangkan panggilan kepada Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Teater Putih (TP) karena tersinggung jabatannya disebut dalam sebuah pementasan drama.


Drama yang dipentaskan pada acara Kongres Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Se-Indonesia (Imakipsi) ternyata berbuntut panjang, UKMF Teater Putih terancam dibubarkan akibat dari drama yang dipentaskan.


Hadriansyah selaku Ketua Umum UKMF Teater Putih mengaku telah mendapatkan panggilan dan ancaman dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, FKIP Unram. “Sempat gak sengaja saya ke ruangan pak Gito, ‘nah ini Adrian aduh, kok malu sekali di acara ini (pementasana drama di Imakipsi), lama – lama saya bubarkan sih’, kayak begitu sih bahasanya.” Jelasnya saat diwawancarai tim Pena Kampus. (22/11)


Selain itu, Hadriansyah juga menjelaskan bahwa Dekan telah salah mengartikan dialog tai yang sebenarnya lebih merujuk kepada sistem, ia juga mengaku sama sekali tidak membawa nama Dekan dan organisasi. “Kita kan pake simbol, UKM jurnalistik, UKM teater, gak bawa nama FKIP (Unram), paling FKIP (umum) fakultas keguran kayak gitulah.” Sambungnya.


Disisi lain, Wahab Jufri, selaku Dekan FKIP Unram menggatakan bahwa sebagai pimpinan, ia merasa gagal sebagai pendidik mahasiswa karena memerankan hal yang tidak semestinya. “Saya tidak tersindir, tapi ucapan kata tai, wajar gak di depan umum kita mengucapkan kata – kata seperti itu? Tahu kan tai itu kotoran kan. Dan mestinya jika memerankan saya pelajari watak saya terlebih dahulu.” Tegas orang nomor satu di FKIP itu.


Ia juga menambahkan bahwa ia merasa tersindir lantaran yang memerankan tokoh Dekan tersebut merupakan mahasiswa FKIP. “Ya, walaupun fiktif kan memerankan tokoh, tokoh Dekan itu gak fiktif, ada disitu saat itu. Dan yang memerankan itu orang FKIP, yang tahu posisi Dekan, satpam, mahasiswa. Kalo mau fiktif, jangan Dekan, Pimpinan – lah sebut.” Lanjutnya.


Sementara itu, IK (Inisial) selaku penulis naskah menjelaskan bahwa pada naskah tersebut yang dikritik bukanlah individu melainkan lebih kepada sistem yang ada. IK juga mempertanyakan tentang Dekan FKIP yang menyimpulkan bahwa tokoh dalam naskah tersebut adala dirinya. “Sebenarnya pertanyaan pertamanya dulu, kenapa pak dekan sampai menyimpulkan tokoh dekan itu dia? Inikan cerita, dia absurd, dia tidak merujuk kepada satu pun.” Tutur si penulis naskah.


Merespon permasalahan tersebut, Murahim selaku Pembina UKMF Teater Putih menjelaskan bahwa penggunaan kata tai dalam dunia seni merupakan hal yang wajar. “Kata tai dalam dunia seni itu hal yang sangat wajar, kata tai ini atau kata – kata kotor yang diungkap bukan ucapan dari aktor tersebut tapi, ungkapan itu muncul dari peran yang dimainkannya.” Ucap Murahim ketika ditemui di tempat.


Drama tersebut dipentaskan pada acara yang dihadiri oleh mahasiswa keguruan se-Indonesia, Asisten Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Wakil Rektor (WR) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unram, Dekan FKIP Unram, Wakil Dekan (WD) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP Unram dan serta tamu undangan lainnya. (Els/Ica)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar