Bangun Jembatan, Masyarakat Berswadaya - LPM Pena Kampus

Goresan Penamu Runtuhkan Tirani

Breaking

Selasa, 01 Februari 2022

Bangun Jembatan, Masyarakat Berswadaya


Gotong royong warga Santong dan Sambik Bangkol, Kabupaten Lombok Utara (KLU)


Mataram, Pena Kampus Masyarakat Desa Santong dan Sambik Bangkol, Kabupaten Lombok Utara (KLU) berkolaborasi dalam gotong royong pembangunan jembatan. Kegiatan ini bertujuan mengembalikan roda perekonomian dan pendidikan bagi masyarakat setempat Minggu, (30/01/2022).

Kegiatan gotong royong pembangunan jembatan penghubung desa yang kedua diprakarsai oleh Habibi, masyarakat Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga. Gotong royong pembangunan jembatan yang kedua bertujuan untuk menggerakan kembali roda perekonomian, dan pendidikan masyarakat setempat bahkan ketika musim penghujan datang.

Pasalnya,  jembatan penghubung yang pertama desa tersebut, dibangun di atas aliran Bendungan Desa Santong. Sehingga, pada curah hujan yang tinggi jalur ini tidak dapat diakses akibat aliran air bendungan yang meluap. “Bisa dibilang ini satu – satunya penghubung antar desa, kalo banjir kasihan lihat anak–anak sekolah itu gak bisa lewat,” ujar Habibi, Ketua Panitia.

Selain faktor pendidikan, belum adanya pembangunan pasar tradisional di Desa Sambik Bangkol, membuat masyarakat setempat harus menjalankan roda perekonomian di Santong. ”Kan belum ada pasar di sana (Sambi Bangkol), jadi harus ke Santong,” ujar Haji Yusron Mansur, Tuan Guru Desa Sambi Bangkol.

Habibi menjelaskan bahwa antusias masyarakat terhadap pembangunan jembatan penghubung desa sangatlah besar. Hal ini, terbukti pada dana yang dianggarkan dalam pembangunan jembatan berasal dari masyarakat setempat. “Ini swadaya murni dari masyarakat, kita menggalang dari berbagai cara mulai dari menyebar amplop – amplop kosong ke masyarakat,” ujarnya.

Gotong royong  pembangunan jembatan sepanjang 1,5 kilometer ditargetkan dapat rampung hingga akhir Februari, tanpa terkendala dana pembangunan. “Kalau kita punya dana yang real sebenarnya untuk kerja dua bulan, jadi jembatan ini,” ujar Saepudin, Arsitek pembangunan jembatan.

Menanggapi persoalan dana pembangunan, Muhammad Zaeni Ansori selaku Kepala Desa Santong mengatakan bahwa di awal periode jabatannya telah mengajukan proposal terkait pembangunan jembatan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara.

Ia juga mengutarakan hingga di periode jabatannya yang kedua ini, Pemda belum juga memberikan jawaban terhadap perencanaan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat setempat. “Saya dari periode pertama jadi Kepala Desa sampai sekarang, belum ada realisasi dari Pemerintah Daerah,” ujarnya yang ditemui usai gotong royong. (Ica)



1 komentar: