BBM Naik Tinggi, Mahasiswa Turun Aksi - LPM Pena Kampus

Goresan Penamu Runtuhkan Tirani

Breaking

Selasa, 06 September 2022

BBM Naik Tinggi, Mahasiswa Turun Aksi

Sumber: Anggota LPM Pena Kampus 

Mataram, Pena Kampus - Ribuan mahasiswa Universitas se-Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tergabung dalam Aliansi Rakyat NTB Menggugat mengepung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) dalam rangka “Aksi Tolak Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)”. (06/09/2022)


Adapun tuntutan yang dibawa pada aksi tersebut yakni, penolakan kenaikan harga BBM serta pencabutan Keputusan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.62K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui stasiun bahan bakar umum.


Setelah beberapa kali melalukan orasi politik, Adrian selaku Humas pada aksi tersebut berhasil menemui Hj. Isvie Rupaeda selaku pemegang mandat Ketua DPRD dan menyampaikan keinginan masa aksi untuk berdialog langsung di dalam gedung Kantor DPRD NTB. “Dengan jaminan dan tanggungjawab dari kami, kami siap di proses hukum ketika ada anarkis, tapi masa aksi masuk semua ke gedung DPR.” Ujar Adrian.


Namun hal tersebut mendapat penolakan lantaran sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama seluruh anggota DPRD untuk tidak memperkenankan masa aksi masuk kedalam dengan alasan aparat tidak bisa menjamin keamanan, “kesepakatan kami disini tidak memperkenankan masuk kedalam, karena beberapa kali kegiatan di Provinsi lain tidak bisa di kendalikan aparat.” Jelas Hj. Isvie.


Aksi tersebut terus berlanjut hingga sempat mengalami kericuhan setelah masa aksi berupaya mendobrak masuk, namun masa aksi bisa ditenangkan tak lama setelah aparat menembakkan water cannon. 


Beberapa saat pasca kericuhan, Hamzan Watoni selaku Humas Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Univesitas Mataram (Unram) bersama dengan Martoni Ira Malik selaku Ketua BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram, kembali menemui Ketua DPRD NTB dan meminta untuk menemui masa aksi di depan Gedung DPRD NTB. “Kalau tidak bisa sampai dalam, sampai depan gerbang saja. Tapi ibu ikut.” Tegas Hamzan.


Hj. Isvie pun ikut menemui ribuan masa aksi ditengah hujan lebat, dan mengatakan akan menyampaikan seluruh penolakan mahasiswa ke pusat. “Semua tuntutan akan kami sampaikan ke pusat.” Terang Hj. Isvie. (Ojen,Sam,Yik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar