KMF Online Tuai Pro – kontra - LPM Pena Kampus

Goresan Penamu Runtuhkan Tirani

Breaking

Minggu, 22 Agustus 2021

KMF Online Tuai Pro – kontra

Mataram, Pena Kampus - Kaderisasi Mahasiswa Fakultas (KMF) online sebagai tindakan pasca turunnya jumlah Mahasiswa Baru (Maba) bergabung ke Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Namun, kegiatan tersebut menuai Pro - kontra pihak Ormawa.

Dampak dari pandemi yang mengkhawatirkan, menyebabkan Ormawa festival (Ormafest) 2020 dilaksanakan secara online. Survei yang dilakukan tim Pena Kampus sejak Selasa (17/8), menemukan data terkait jumlah Maba yang bergabung ke UKM di FKIP. 



Metode penelitian 

Pengumpulan data jumlah Maba yang bergabung ke UKM dilakukan dengan wawancara masing-masing Ketua UKM FKIP melalui Whatsapp. Survei dilaksanakan pada Selasa-Kamis, 17-19 Agustus 2021.

Sumber: Pena Kampus


Dilihat dari hasil survei, MT Al-Kahfi mampu mendobrak angka Maba untuk bergabung pada tahun 2020. Namun, jumlah Maba yang bergabung ke Mapala, LPM Pena Kampus, Teater Putih, Olahraga, dan Musik mengalami penurunan sejak Ormafest dilaksanakan secara online tahun 2020. 


Menyikapi grafik tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berencana dalam waktu dekat akan menggelar KMF. Kegiatan tersebut sebagai bentuk tindakan pasca evaluasi tahun 2020 dan keluhan beberapa Ketua Ormawa di FKIP. “Karena ini evaluasi tahun sebelumnya, jadi kita buat inovasi baru dengan menggelar KMF,” tegas Aprianto, Sekretaris Jenderal (Sekjend) BEM FKIP. 


Aprianto juga menjelaskan bahwa konsep KMF sama seperti Ormafest yang akan menampilkan ciri khas masing-masing Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Ia juga menerangkan, durasi kegiatan akan diperpanjang selama satu jam setengah dan akan digelar secara online. “KMF akan dilaksanakan online,” tambahnya. 


Terkait dengan konsep KMF yang akan dilaksanakan secara online, Retno selaku Ketua Umum UKM Olahraga mengatakan setuju namun meminta panitia untuk  mengupayakan persiapan dengan matang, sehingga Maba tahun ini banyak yang mendaftar bergabung ke UKM. “Saya setuju saja. Persiapannya harus lebih matang,” tegasnya (14/08).


Retno juga mengaku khawatir terhadap jumlah pendaftar tahun ini. Ia memaparkan, Maba yang bergabung ke organisasinya  menurun drastis. “Pada tahun 2019 ada kurang lebih 29 mahasiswa yang mendaftar, sedangkan tahun 2020 yang daftar ada 16 mahasiswa,” keluhnya.


Di sisi lain Muhaimin, Ketua Umum Mapala FKIP mengatakan kurang setuju terkait dengan kegiatan tersebut, “sebenarnya kalok dari mapala sendiri kalok yang ngobrol-ngobrol kayak gini kayak kurang banget soalnya kegiatannya itu lebih ke kegiatan langsung atau offline,” ungkapnya. 


Ia juga menjelaskan, kegiatan lapangan yang sering dilakukan untuk menarik perhatian Maba ialah metode bertahan hidup di alam liar. Misalnya, cara membuat api, membuat tempat tinggal dengan bahan seadanya dan mencari air di akar tumbuhan.


Menyikapi respon tersebut, Apryanto menjelaskan akan merombak lagi konsep yang ada dan akan mengadakan kembali pertemuan dengan seluruh ormawa untuk sama-sama membahas hal tersebut. (Ica/Els)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar